Iseng-iseng, saya baca buku e-learning guidebook: principle, procedures and practice, karya Som Naidu, Ph.D. Lumayan buat pencerahan. Sebagaian ingin saya share disini.
Bagaimanakah aktifitas belajar dalam konteks e-learning itu terjadi?
e-Learning, sebenarnya lebih besar dari sekedar belajar secara online. Menurut mbah Badrul Khan, e-learning memiliki karakteristik open alias terbuka, fleksibel dan distributed. Disamping itu, e-learning bisa terjadi secara online, offline (walau dengan hanya satu stand alone komputer), sinkronous (chatting, video conference), asinkronous (e-mail, milist, forum) baik secara individu maupun kelompok.
Dengan demikian, modalitas aktifitas belajar dalam konteks e-learning dapat terjadi dalam empat bentuk:
- belajar mandiri secara online (individualized self-paced e-learning online); yaitu pebelajar dapat belajar secara mandiri (sesuai dengan kondisi dan kecepatan belajarnya masing-masing) dengan cara mengakses informasi atau materi pelajaran secara online via intranet atau internet. Contoh, suatu sekolah atau kampus memiliki fasilitas intranet. Guru/dosen menyediakan sumber belajar, baik dalam bentuk teks (text-based content) seperti pdf, ppt, doc, atau sejenisnya, atau dalam format multimedia (multimedia-based content) seperti video streaming, animasi, game dan lain-lain dalam server intranet tersebut. Guru/siswa kemudian dapat mempelajarinya kapan saja, materi apa saja yang sesuai dengan minatnya, dimana saja (artinya tidak harus dalam kelas, yang jelas bisa mengakses intranet tersebut) secara individu.
- belajar mandiri secara offline (individualized self-paced e-learning offline); yaitu situasi dimana siswa atau mahasiswa mempelajari materi belajar melalui paket-paket pembelajaran seperti video pembelajaran, CD-interaktif (multimedia pembelajaran), e-book, dan lain-lain yang tidak dilakukan melalui jaringan intranet atau internet.
- belajar berkelompok secara sinkronous (group-based e-learning synchronousely); yaitu siswa atau mahasiswa secara berkelompok mengikuti pembelajaran dalam waktu yang sama walau dari tempat yang berbeda melalui tool komunikasi sinkronous seperti chatting (text-based conferencing), konferensi audio dua arah (two-way audio conferencing), atau konferensi video (video conferencing) baik melalui intra atau internet.
- belajar berkelompok secara asinkronous (group-based e-learning asynchronousely);; yaitu siswa atau mahasiswa secara berkelompk mengikuti proses pembelajaran melalui intra atau internet tapi komunikasinya tidak real time, tapi tertunda (delayed) dengan e-mail, forum diskusi, mailing list, atau asynchronous (offline) chatting.
Jadi, empat bentuk seperti diataslah terjadinya proses belajar dalam konteks e-learning. Yang patut digarisbawahi dari keempat bentuk tersebut adalah sifatnya yang self-faced (sesuai dengan kondisi dan kecepatan belajarnya masing-masing). Inilah yang mencirikan pembelajaran dengan sistem belajar mandiri. lebih bersifat student-centered, karena siswa/mahasiswa-lah yang memiliki otonomi untuk menentukan apa yang akan ia pelajari, bagaimana memplejarainya (secara kelompok atau individual), melalui apa belajarnya (offline, online, chatting, e-mail, forum diskusi), dan dimana belajarnya. Tugas penyelenggara, khususnya guru/dosen/instruktur adalah sebagai fasilitator atau manajer pembelajaran agar semua kombinasi modalitas belajar tersebut diatas dapat optimal berjalan sehingga menjadi efektif, efisien, dan juga menarik tentunya.(fakultasluarkampus.net)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar