Ada banyak cara untuk menulis cepat. Biasanya penulis pemula, sangat malas menulis. Ide sudah bejibun, semangat oke, kelarnya nggak jelas. Padahal, menyelesaikan tulisan adalah satu tahapan penting untuk mulai jadi penulis. Nah, di sini ada 10 langkah menulis cepat. Cepat di sini dalam arti cepat dalam menyelesaikan tulisannya hingga jadi naskah yang matang, siap ditawarkan ke penerbit.
1. Tentukan tema.
Kebanyakan penulis, kepalanya penuh dengan ide. Sepertinya kalau disuruh cerita, halah... berjam-jam bisa terus saja nyerocos tanpa henti. Padahal temanya bisa cuman satu aja lhoh. Coba aja, kalau suruh menulis... sebaris saja belum tentu jadi. Nah, biar nggak bingung nulisnya, coba cari dan tentukan satu tema yang hendak ditulis. Eeh, ini berlaku untuk penulisan fiksi maupun nonfiksi ya! Yang paling gampang, pilihlah tema yang paling anda kuasai. Boleh sih, di luar keahlian atau bidangnya---tapi pastinya butuh waktu lama dan referensi yang kuat.
2. Kumpulkan data.
Kalau udah jelas tema apa yang mau ditulis, kumpulkan data. Bisa riset, bisa wawancara, bisa searching internet, bisa studi pustaka, dll. Yang jelas, data yang lengkap bikin menulis makin asyik.
3. Bikin sinopsis.
Bikin sinopsis adalah bikin rangkuman atau outline keseluruhan naskah. Ini biar kita nggak ngelantur ke mana-mana nulisnya. Dengan sinopsis kita juga bisa fokus pada materi yang sudah kita siapkan.
4. Kasih deadline.
Biarpun bukan kerja buat orang lain, deadline itu penting. Kebanyakan kita menulis ya asal nulis aja lah, kalau ada kesempatan. Kalau begini caranya, ya nggak akan sempat-sempat. Selalu aja ada excuse untuk nunda-nunda. Apalagi, well, nulis itu bisa boring banget. Jadi, setelah tahu apa yang mau ditulis, kasihlah deadline. Yang realistis. Jangan terlalu lama, jangan pula terlalu singkat.
5. Cari waktu yang pas.
Tiap orang beda waktu pas-nya kapan untuk menulis. Cari yang paling enak dan nyaman. Lalu menulislah secara konsisten. Kalau suka pagi, ya pagi. Kalau mau tidur, boleh juga. Di sela waktu istirahat kantor, ya monggo mawon. Take it easy. Yang paling sesuai dengan diri masing-masing.
6. Bikin tempat kerja yang nyaman.
Nyaman itu sangat personal. Ada orang yang bisa dan biasa menulis di ruang kerja yang ’amburadul’ saking banyaknya buku dan kertas kerja. Tapi ada juga yang mesti rapi jali dan bersih sekali. Ambil saja yang paling nyaman buat anda. Kalau perlu, alat kerjanya (laptop atau komputer) dibuat ciri khas pri. Pasang musik, sambil nonton, boleh aja.
7. Jangan terlalu lama menulis.
Biasanya kalau lagi asyik untuk nulis, kita suka berjam-jam.
Wah, itu nggak terlalu baik lho! Soalnya kalau kondisi lelah, nulisnya suka ngaco tanpa sadar. 2 sampai 3 jam cukuplah. Istirahat dulu, terus disambung lagi.8. Fokus pada sinopsis.
Ini yang sering nggak diperhatikan.
Udah bikin sinopsis, tapi pas nulis malah dicuekin. Jadinya, suka di tengah-tengah langsung macet. Nggak tahu lagi mau nulis apa. Padahal kalau fokus pada sinopsis, dijamin lancar deh.9. Tulis sampai kelar dan endapkan.
Yang penting, nulis dulu sampai kelar, lalu endapkan. Nggak usah diutak-atik. Asal sudah sesuai dengan rencana, dan selesai, biarkan dulu.
10. Edit keseluruhan.
Kalau sudah diendapkan, baca lagi dari awal dan edit keseluruhan. Kalau sudah oke, final, siapkan biodata, baru deh kita mulai menawarkan naskah kita ke penerbit.
InsyaAllah kalau nurutin cara begini, cepet kok nulisnya. Soalnya udah terarah, udah fokus dari awal dan udah pasti apa yang harus dikerjakan.(kinoysan.multiply.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar